Senin, 23 Mei 2011

It hurts [Part 5]



Tittle: It hurts

Author: Vabia Ayu

Cast: Choi Minho, Krystal Jung, Lee Jinki (Onew)

Other cast: Kwon Yuri, Choi Sulli, Lee Taemin, Luna

Genre: Romance, Drama
NB: Dengerinnya pake lagunya Because of me yang dinyanyiin krystal tuh. Enak bangeeet..


Minho’s POV

Aku buru buru lari ke kamarku untuk mengambil jaket dan dompetku. Pikiranku hanya terlintas namanya “Krystal.. Krystal.. Krystal.. Jangan pergi!”

“Ya! Choi Minho! Mau kemana kau?!” Tanya omma yang bingung melihatku lari terburu-buru. Tak pikir panjang aku langsung keluar rumah. Melihat taksi yang kebetulan lewat aku langsung lompat ke depan taksi tersebut agar berhenti.

“HEI! MAU MATI APA?!” Kata supir taksi itu marah padaku.

Aku langsung naik ke taksi itu dan berkata, “Tidak ada waktu pak! Cepat menuju bandara! Bandara!”

“KAU—“

“CEPAT PAK!”

Sang supir taksi sambil menggerutu kesal akhirnya menjalankan taksinya dengan cepat. Kubuka ponselku lalu membuka salah satu fotoku bersamanya. Ya.. Bersama Krystal..

“Krystal.. Kumohon jangan pergi.. Kumohon..”

Sulli’s POV

“Mianhae Krystal-ah.. Mungkin ibuku yang memberitahunya.. Aku minta maaf..”

“Ah gwaenchana Sulli-ah.. Lagipula dia tak akan peduli padaku. Benarkan? Mustahil ia akan mengejarku sampai bandara lalu menyuruhku untuk tak pergi. Ya kan?”

Mendengar jawabannya aku tak berani bicara melainkan hanya terdiam menatapnya. Krystal.. Mungkin kau akan kaget saat mendengar suara Minho oppa di telfon tadi.

Krystal’s POV

Ya.. aku sudah mengambil keputusan ini. Aku tidak boleh kembali ke belakang. Aku harus tetap maju. Aku tahu ini akan berat untuk kujalani. Mulai saat ini, aku akan menghapus semua perasaanku pada Minho oppa. Aku sudah lelah merasakan semua ini. Aku lelah untuk terus mengalah.

“Ah kita sudah sampai.” Kata Sicca unnie sambil mencari parkir.

“Ne.. Aku akan menuruni koperku di bagasi. Sulli, boleh tolong bantu aku?”

“Tentu saja. Akan kulakukan untukmu.” Balasnya cepat.

Aku melihat jam tanganku. Tersisa hanya beberapa menit hingga aku akan pergi. Kutahan air mataku untuk tidak mengalir. Aku akan merindukan negara ini.. Sulli, Jinki.. Dan Minho oppa.. Ah jangan.. Aku harus rela melepaskannya. Percuma merindukannya, percuma menunggunya, percuma mengatakan yang sebenarnya kurasakan, karena ia tak akan menoleh padaku.

RINGRINGRING

Apa jangan jangan yang menelponku Min—Ah Jinki..

“Yeobuseyo…” Jawabku pelan..

“YA! KRYSTAL! APA BETUL KAU AKAN PINDAH?!” Tanyanya dengan suaranya yang lantang itu.

“Umm.. Ne.. Maaf aku tak bilang bilang..”

“KAU—“

Belum sempat kudengar lanjutan kata katanya, Tiba-tiba aku merasa seseorang menarik tanganku sehingga kepalaku reflek menoleh. Aku sangat terkejut melihatnya sehingga handphoneku terlepas dari tanganku dan terjatuh. Apa aku tidak bermimpi? Mengapa…

“Minho oppa… Kau—“

Ia menarikku lalu memelukku kepelukannya erat. Aku hanya bisa membesarkan mataku tak percaya.

“Op.. Oppa.. Kenapa..?”

Mendengarku bertanya seperti itu ia langsung melepasku dari pelukannya, “Apa kau gila?! Kau mau kemana?! Pergi begitu saja tanpa mengabariku! Kau tak tahu betapa rapuhnya aku saat mendengar kau akan pindah dan tak akan kembali?!” Ia berkata bahkan berteriak sampai membuat orang orang disekitar kami menoleh, bahkan Sulli dan Sicca unnie sangat terkejut.

Rapuh? Apa aku tak salah dengar? Untuk apa?

“Tapi.. Aku—“

“Kumohon Krys.. jangan pergi.. kumohon.. apa salahku?” Ia menunduk menutupi wajahnya.

“Aku harus pergi oppa.. Aku tak bisa membatalkan tiket pesawat yang sudah kubeli.. Maaf.”

Ia berlutut sambil menggenggam kedua tanganku erat. Karena ia berlutut akupun mengikutinya. Melihatnya yang begitu rapuh aku tak tega. Sungguh aku tak mau melihatnya seperti ini. “Oppa.. tolong jangan seperti ini..”

“Aku.. Apa yang harus kulakukan...?”

Aku tersenyum padanya. “Dengarkan aku oppa.” Ia mengangkat wajahnya perlahan lalu menatapku tajam. Pipinya yang kering tadi sudah terbasahi oleh tetesan air matanya.

“Ini mengenai perasaanku.”

Ia tak membalas, hanya mengangguk pelan.

“Aku… suka.. ah tepatnya cinta padamu oppa.” Matanya membesar mendengar pengakuanku.

“Semua kebaikanmu padaku.. Membuat hatiku luluh dan jatuh terjerat dalam kata ‘cinta’.. Tapi aku tahu, oppa tak merasakan hal yang sama padaku. Dimata oppa aku hanyalah seorang adik, tak lebih.”

Saat ia hendak mengatakan sesuatu, dengan cepat aku kembali melanjutkan.

“Hingga pada hari itu, aku berencana menyatakan perasaanku padamu. Tapi ternyata aku terlambat karena pasangan sejati oppa datang, Yuri unnie. Aku tahu kalian saling mencintai. Aku tak ingin merusak hubungan kalian berdua. Karena itu, aku mundur dan mengalah.”

Mataku mulai meneteskan airnya dan perlahan membasahi pipiku. Mendengar pengakuanku Minho oppa menundukan kepalanya lalu terisak. “Krys.. Aku.. Maaf..”

“Aku yang harusnya minta maaf. Karena aku terus menyukaimu oppa, menyusahkanmu bahkan membuat kalian sering berkelahi karena salah paham.” Aku tersenyum.

“Krys.. Kumohon maafkan aku.. Jangan pergi.. Apapun akan kulakukan agar kau tetap tinggal.” Tuturnya tersendu-sendu

“Maaf oppa.. Sekali lagi maaf.. Aku tak bisa. Aku lelah dengan semua permainan ini oppa… Maaf..”

“Perlukah aku.. memutuskan—“

“Jangan katakan itu oppa.” Aku menaruh jari telunjukku agar ia tak mengatakan apa yang tidak seharusnya ia katakan.

“Krys.. Pesawatmu sebentar lagi take off. Kau harus cepat.” Aku menoleh karena Sicca unnie menepuk bahuku. Aku mengangguk pelan.

“Ne.. Arraso.” Kembaliku menoleh pada Minho yang masih berlutut.

“Minho oppa, aku janji akan mengunjungimu nanti.”

Aku membantunya berdiri lalu mengusap pipi dan air matanya. Ku genggam tangannya erat. Aku tak menyangka seorang Choi Minho bisa nangis seperti ini karenaku.

“Oppa, lihat aku.” Perlahan ia mengangkat wajahnya lalu menatapku. Aku mendekatkan wajahku ke telinga kanannya.

“Saranghae.”


-tbc-


Mian aku lama postnya karena aku harus fokus ke pelajaran ^^; Jangan lupa comment ^^

Senin, 16 Mei 2011

Makrab X.2

Hai bloggers + visitors + readers..

Kemarenkan gue ama anak kelas ngadain acara makraaaaab yes a.k.a MALAM KEAKRABAN.

Paginya gue ama bokap gue pergi dulu beli ini itu buat perlengkapan makrabnya makanan, segala macemnya itu. Terus gak lama jam 2an si ina ama jami nyampe kerumah gue buat bantu bantu. kira kira setengah jam berikutnya ninit ama ocha dateng juga buat bantuin. Dan akhirnya temen temen gue dateng satu persatu.

Pas mau mulai itu sumpah ye anak anak tuh disuruh diem susah banget sampe akhirnya gue teriak "WOY DIEM DONG GUE CAPEK!" dan berakhir anak anak pada diem dan duduk ditengah lapangan (BAHAHAHA maaf kawan..) buat diitung untuk jumlah hokben yang bakal dipesen.

Tadinya kita mau ngadain beberapa acara gitu, tapi gak lama setelah satu game akhirnya susunan acara hancur begitu saja nggak keurus malah pada sibuk main sendiri sendiri -_-

Malemnya rata rata pada nginep anak cowoknya, anjrit seru banget ituuuu. Awalnya pas anak anak masih pada bangun maen basket nonton tivi, gue udah mau tidur gitu udah diambang mimpi. Eh tiba tiba gue dibangunin -_-

Mitha: Yu.. yu..
Zami: Eh kasian ege udah tidur
Gue: *melekdikit* hmm..
Mitha: Itu tuh ada yang mau masuk didepan..
Gue: *liatjam* 'Jam satu siapa yg dateng? perasaan anak anak udah pada masuk semua deh, siapa yg ketinggalan diluar? pintukan udah dikunci..' *pikiranmulaimistis*

Eh pas gue liat ALHAMDULILLAH bukan makhluk lain ya -_- tapi itu anak 46 juga yg kalo ga salah namanya ketek ayam ama ayim. Yaudah akhirnya mereka masuk terus nyomot makanan dikit abis itu cabut ama mbah ama adinka juga.

Gara gara itu gue jadi melek dan terpaksa harus maksain tidur lagi.

Nah ini nih pas udah pada tidur..

Guekan masih tidur tuh.. terus kebangun gara gara denger suara.. Dan tau ga itu suara apa?


KENTUT.


Gue kira ada yg sendawa gitu ya, eh ternyata si kapuy ngentutin gue dan itu pantat pas banget ada disebelah muka gue -_- terus yg kocaknya si syihab ngigo gitu HAHAHA

syihab: *ngangkatbantal* Anak anak nunggu blablablabla.... *tidurlagi*
Kapoy: (belom tidur dia) Apaan sih -__-
Gue: *Nahanketawatapitidurlagi*

Pas udah diambang ambang mau tidur lagi, EH Rere bangun gara gara denger suara anak kecil dari hapenya kapoy.

*hapenyakapoybunyi*

Rere: IH SUARA APA TUH?
kapoy: nggak kok nggak, tidur aja.

Dari situ si rere akhirnya gak tidur nyampe pagi dan ngajakin anak anak yg lagi tidur ngobrol.

begini nih:

Rere: "Eh gabisa tidur lagi nih.." *mondarmandirdariujungkeujungngelangkahinanakanak*
"Pada bangun dooong" *masihmondarmandir*
"Eh gimana doooong gabisa tidur lagiii" *masihmondarmandir*
"Na.. na.. (Ina) aku udah bangun duluan dong." *masihmondarmandirjuga*

Respon anak anak:

Icha: "Re diem dong helaaah"
gue: "Re tidur aja lagi..."
Kapoy: "Udah lo tidur aja lagi etdah."
Kapuy: "Berisik banget sih"
Ina: "hm? *ngejawabsambilmerengutkandahi*

Paginya si Ina pake aksen betawi ngomel ngomel gini:

Ina: Tau tuh si rere, gue dibangunin masa katanya gini "Ina, belom bangun ya? Aku udah bangun duluan doong" Lah ya ngapa yak kalo udah bangun duluan, mana udah gitu waktu dia nginep dirumahnya dimitri (gue lupa siapa tapi kalo gasalah sih dimitri) dia kayak gini juga nih bawel banget, masa katanya "Na... bintangnya gaada, tapi ada aku." Lah terus ngapa yak kalo ada dia, mana berisik banget katanya gabisa tidur gara gara jendelanya kebuka.

Tanggapan rere dari omelan si Ina:

Rere: "Na, rambut gue bagusan abis keramas ya"


Tapi karena ada makrab ini gue jadi gamau pisah ama mereka semua, karena semuanya udah gue anggap kyk keluarga gue sendiri. Thanks a lot x.2 :)



Selasa, 19 April 2011

It hurts [Part 4]


Tittle: It hurts

Author: Vabia Ayu

Cast: Choi Minho, Krystal Jung, Lee Jinki (Onew)

Other cast: Kwon Yuri, Choi Sulli, Lee Taemin, Luna

Genre: Romance, Drama


NB: Dengerinnya pake lagunya Because of me yang dinyanyiin krystal tuh. Enak bangeeet..


Minho’s POV

KRIIIING

Aku bergegas memasukan buku-buku yang terserak di atas meja ke dalam tasku. Sudah seminggu ini, aku merasa Krystal menghindariku. Setiap aku menyapa, ia langsung membuang mukanya. Bahkan belum menyapa pun, ia sudah buru-buru pergi dari hadapanku. Apa yang kulakukan? Seingatku, aku sudah minta maaf padanya tentang kejadian itu. Dan diapun terlihat baik-baik saja. Apa… Jangan-jangan ia mendengar pembicaraanku bersama Yuri?

“Minho-ah~ Ayo kita pulang bersama.” Panggil Yuri dari luar kelas.

“Ne..”

Yuri langsung merangkul tanganku dan terus berbicara. Aku tidak mendengarkannya melainkan terus melamun. Melamuni…

“YEAAAAHHH!” Aku menoleh kearah suara itu.

“Ya, itu Krystalkan? Apa namja disebelah itu namja chingunya? Jangan-jangan namja itu menembak dan diterimanya! Wah…” Ucap Yuri tersenyum.

Apakah yang dikatakan Yuri itu semua benar? Aku tidak mau..

Krystal terlihat panik dan malu lalu menarik lengan namja itu. “Oppa! Kenapa kau berteriak seperti itu? Malukan!”

Apa? Oppa? Dia memanggilnya Oppa? Dadaku perlahan terasa sakit. Aku ingin sekali menariknya dari namja itu dan membawanya pergi. Tapi aku tak bisa melakukannya. Aku sudah mempunyai yeoja chingu. Aku tak boleh melakukan itu.

~~~

“Kau langsung tidur ya. Annyeong.”

“Ne~ Annyeong Minho-ah. Hati-hati ya. Gomawo sudah mengantarku.” Ia mengecup pipi kiriku lalu masuk ke dalam rumah.

Aku terus berjalan menyusuri rumah demi rumah. Membuat jejak jejak diatas salju yang menutupi jalan. Memandang langit yang terisi oleh bintang dan bulan. Sungguh malam yang indah.

TRILILIIITT TRILIIIIIILIIIIT!!

“Yeobuseyo?”

“Huhuhu.. Oppa…”

“Sulli? Wae? Kau menangis? Waeyo?”

Isakkan tangis Sulli semakin kencang. Ia tak mengatakan apa penyebab dari tangisannya itu meski aku tanya berkali-kali. Hanya menangis.

“Oppa..” Isaknya

“Waeyo?” Balasku.

“Oppa.. Kalau oppa kembali tidak membawakan susu coklat, aku tidak akan membukakan pintu rumah..” Ucapnya dan langsung memutus sambungan teleponnya.

Jadi.. Ia menangis hanya karena ingin minum susu? Dasar aneh.

Mau tidak mau, aku harus mampir ke market dulu untuk beli barang titipan Sulli. Aku tidak mau mati kedinginan.

Kutelusuri rak minuman satu persatu untuk mencari susu yang Sulli minta. Terlihat seorang yeoja yang berjalan membelakangiku sambil menggenggam handphonenya. Awalnya aku tak begitu peduli. Tapi dari belakang ia mirip sekali dengan Krystal sehingga membuatku terus memperhatikannya.

Tiba-tiba handphonenya berbunyi lalu ia mengangkatnya.

“Ne Unnie? Maaf aku keluar tidak bilang terlebih dahulu..” Suara itu sangat familiar. Ya.. tak lain itu adalah suara Krystal. Ternyata aku memang tidak salah orang.

“Aku hanya ke market sebentar.. Susu dirumah sudah habis. Aku tutup ya unnie telponnya. Annyeong.” Aku mengikutinya perlahan dan menepuk pundaknya.

Ia menoleh kearahku terkejut. “Oppa? Sedang apa disini?”

“Beli susu untuk Sulli. Lalu, kebetulan kita bertemu.” Jawabku.

“Oh.. Kalau begitu, aku duluan ya oppa. Annyeong.” Katanya sambil mengambil satu kotak susu coklat lalu hendak meninggalkanku.

Aku langsung menarik tangannya cepat. Ia kembali menoleh dan terlihat terkejut. Mengapa ia terburu-buru seperti itu? Apa dia menghindariku?

“Kau mau kemana? Kalau mau pulang ayo kita pulang bersama.”

“Ah tidak apa oppa, aku bisa pulang sen—“

“Sudahlah jangan menolak, aku akan mengantarmu.”

“Baiklah..

~~~

“Aku pulang.”

“Oppa.. Mana susunya?” Sambut Sulli memasang wajah cemberutnya dan langsung menyambar susu coklatnya dari tanganku.

“Kenapa kau menangis seperti itu sih? Hanya karena soal susu saja.” Tanyaku sambil membuka jaketku.

“Aku menangis bukan karena itu..”

“Lalu kenapa? Jangan membuat kakakmu ini penasaran.”

“Kau akan tahu sendiri. Dan kau juga akan sepertiku.” Ketusnya sambil meneguk susunya perlahan.

“Ya.. Sopan sekali kau bicara seperti itu padaku.” Kataku mencubit pipinya.

“Biarin.. Lagipula ini semua karenamu tahu. Biar kau tahu rasanya.” Jawabnya sambil membalikkan badannya berjalan ke kamarnya.

Apa maksudnya? Aku tak mengerti.

“Ya Choi Sulli. Beritahu aku apa yang kau maksud tadi!”

“Gamau!”

“BERITAHU AKU SULLI!”

“WALAUPUN AKU BERITAHU, SEMUANYA TETAP AKAN TERJADI! PERCUMA!”

“SUL—“

BRAK!

Ia membanting pintunya keras keras. Terdengar ia kembali menangis bahkan sampai meraung-raung. Sebetulnya ada apa? Mengapa ia tak mau memberitahuku? Dan terlebih, kenapa ia menyalahkanku? Memangnya apa salahku?

~~~

Hari sudah pagi. Aku hendak bangun dari tempat tidurku. Tidak biasanya aku bangun sepagi ini. Mungkin hari ini adalah hari keberuntunganku, makanya Tuhan menyuruhku untuk bangun pagi hehe.

Aku keluar dari kamarku hendak menuju ruang makan untuk sarapan. Kulihat kamar Sulli lalu kuintip kedalamnya. Tumben sekali dia sudah membereskan kamarnya. Mungkin dia ada janji dengan temannya lalu bangun lebih pagi dari biasanya. Tapi.. Jam segini mana ada took yang sudah buka? Masih jam tujuh lewat lima belas…

“Omma.” Panggilku pada omma yang sedang menata sarapan di meja makan.

“Ne?” Jawabnya halus.

“Sulli kemana omma?”

“Ah.. Dia sedang mengantar temannya ke bandara.”

“Eh? Bandara? Siapa?” Tanyaku heran.

“Katanya sih namanya Krystal…” Balasnya.

“HAH? Ngapain dia ke bandara?!”

“Kau tak tahu? Temannya itu akan pindah ke Amerika. Ia akan melanjutkan studynya disana. Tadinya omma ngga ngizinin Sulli buat nganter.. Tapi Sulli tetap maksa. Yaudah omma izinin, soalnya temannya itu bakal menetap disana dan nggak akan balik ke Korea.. Siapa namanya tadi ya? Oh ya, si Krystal itu..”

Aku diam terkejut mematung di tempat. Jadi.. Krystal.. Akan pindah… Dan tak akan kembali? Ah.. Mimpi.. semua ini pasti mimpi.

“Omma, jangan bercanda ah. pasti Sulli lagi kencan sama Taeminkan?” Jawabku dan berharap semua itu hanyalah lelucon.

“Kau ini aneh aneh saja. Buat apa omma bercanda. Tidak ada gunanya.”

Mendengar balasannya aku langsung buru buru menghubungi Sulli. Kucoba menelponnya. Pertama tidak ada jawaban. Keduapun sama. Ketiga…

“Ne?” Jawabnya.

“Sulli?! Kau dimana?!”

“Aku sedang di jalan oppa.. Wae?”

“Kemana?!”

“Oppa tidak teriak teriak bisa ngga sih? Aku—“

“Mengantar Krystal ke bandara?! Apa itu benar?” Potongku.

Tiba – tiba terdengar suara krystal samar samar berbicara “Ya! Kenapa ia tahu kalau kau mengantarku ke bandara?!”

Jadi.. Semua itu benar? Ini bukan mimpi? Mengapa aku merasa sangat kehilangan? Ada apa denganku?








Lagi-lagi mianhae... Aku lagi ngeblank jadi buatnya agak agak ngga nyambung... Maaf NG TT_TT Jangan lupa commentnya di c-box ya chingu :)

Senin, 11 April 2011

Dunia Fantasi daaaaaan KEKI

KE? KI


Abis


Banget


KE? SEL


What the hell..


Ah bomat lah masalah keki dan kesel itu cerita nanti, gue mau ceritain waktu gue ke dufan aja. ABIS GUE KEKI.


Jadi waktu itu gue ama anak anak kelas ke dufan gituuuu. Kita janjian ketemuan di pasaraya jam 8, eh tapi anak anak pada ngaret gitu jadi kita berangkat kira kira jam setengah sembilan lebih naek transjakarta. Gara gara pada ngaret ada tuh anak dikelas gue berantem di bbm (Syukurlah saya ngga punya bb..) ampe kata kataan gitulaah. Tapi akhirnya fine sih.

Terus kita nyampe sana jam 12, Langsung beli tiket, dan cabut masuk ke dufan. Gila kita masuk langsung naek kicir kicir HAHAHA Sumpah ye, gue kan duduk ama muti, gue bisa maklumin dia tereak tereak gara gara baru pertama kali naek kicir kicir. Tapi kocik banget dia teriaknya kayak gini "AAAAAA AYUUUUUU UDAHAN UDAHAAAN!!! TURUN TURUNNN!!" Ya Allah kocak banget. Si jami ama ninit tuh kan di depan gue, terus si jami ketawa ketawa gitu ngeliat muti AHAHAHA sedangkan ninit mukanya tuh jadi pucet gitu kyk gini 0___0 bengong hahaha

Abis itu gue, aldo oke, aldo lubis, ajeng, rea misah ama anak anak naek tornado, yang laen maen alap alap. Awalnya gue juga mau maen alap alap tapi ramenya gila udah kyk ngantri sembako. Mending naek tornado deh ngantrinya sepi. Tadinya gue mau gajadi naek tornado gara gara bunyi dari mesinnya tuh serem banget, kyk mau roboh gitu. Gue, Ajeng, Rea tegang. 2 Aldo santai santai banget. Tapi pas diputer puter di tornado malah gue ama rea ga teriak wkwkwk.

Dari tornado kita ke.... Ontang anting dulu kalo gasalah. DISITU GUE NGAKAK BANGET. Kenapa? Lihat dialog dibawah ini:

Jami: AHAHAHAH RERE MIRING RERE MIRING DUDUKNYA *Hyper*
Gue: Eh gaboleh gitu lo jam..

Beberapa menit kemudian...

Jami: Eh.. gue pusing.. gila lama lama pusing..
Gue: AHAHAHAH NGOCOL SIH

Emang ya jami tuh ngocol banget WKWKWK.

Abis itu gue keeeee HALILINTAR MABROO.. Iya halilintar ngantrinya udah bukan kyk sembako lagi, udah kyk di pengungsian.. 1 jam kurang kita ngantri. Gue duduk bareng ama ninit. Tadinya kita tuh maunya di depan gitu. EH dapetnya paling belakang TT_TT gue kan takut banget paling belakang. Tapi okelah kita fine fine aja. Pas udah naek dan muter muter, sumpah itu kepala gue gabisa diangkat sama sekali. Beraaaaat banget. Apalagi gue ama ninit sama sekali ga tereak, yang kedengeran cuma suaranya Ajeng doang tuh udah kyk pake toa mesjid.

Gara gara capek, kita istirahat dulu, makan duduk duduk. Terus pada misah misah. Gue dkk ke wahana histeria gitu nyoba nyoba motret sekalian nunggu anak anak. Gue awalnya kan iseng nih foto fotoin orang. Tapi hasilnya ya ampun.. DAEBAK BANGET! Gila ekspresinya pas naek histeria dapeeeet HAHAHA. nih nih foto fotonya

Muka awal




Setelahnya




Muka awal




Setelahnya





Nah yang ini nih muka temen temen gue naek histeria

Muka awal




Setelahnya




naik..




Pas turunnya..





Gimana? hahaha kocak kocak ya :D (Maaf kawan.. gue gabisa menyembunyikan aib kalian...)

Nah dari histeria, kita ke kora kora rame rame. Yah, kyk naik kora kora biasa sih. Tapi bedanya gue nyadar kamera dan terus menerus narsis di kameranya :D

Oh ya soal KEKI nih ya, Anak anak tuh mulai bacain blog gue. Gapapa sih bacain blog gue gitu. At least ngehargain kek. Ini kan blog gue kenapa jadi kalian yg repot? Lah ini kan blog dimana tempat orang sharing pengalaman. Kampung banget sih ya ampun. Kalo sekedar baca sih gue ga bakalan marah, malah seneng ada yang baca. Tapi kan gaenak kalo blog gue di becandain kyk gitu. Emang gue gaboleh? Elaaaah lu juga pasti suka galau. Apaan banget sih. BACA TUH BACA. Bomat lo disekolah mau ngomong/becandain apa ke temen temen abis baca blog gue yang satu ini, gue gamau ngomong sama lo. PUAS? Ngga? Makan indomie aja sono yang banyak. Bacot aja bisanya. Apa salah gue sih sama lo sampe segitunya.







Oh ya, btw Keki itu bukannya yang buat jalan ya? Jami: KAKI ITU WOY

Jumat, 08 April 2011

Galau mode on

Kenapa gue tuh sifatnya gini?


Kenapa ngga bisa terus terang?


Kenapa ngga bisa bilang?


Kenapa gue tuh kaku banget?


Kenapa gue tuh cuek banget?


Kenapa sih gue kayak gini? Tolong aku Tuhan....













Ah maaf readers lagi galau mode on T_T lagi merasa bersalah. Maaf yup

Senin, 04 April 2011

Study Tour and APRIL MOP :P

Maaf kawan baru nongol :)

Gue mau cerita nih waktu gue Study Tour ke Bandung. Waktu itu belom sempet ngepost gitu gara gara males dan capek EHEHE

Jadi waktu tanggal 15 maret gue kan ke Bandung Study tour gitu. Pertama kita ke museum ideologi. Nyatet nyatet fosil lah ini itu batu batuan. Abis itu kita ke Saung Angklung mang ujo. Disana Kita nunggu dulu panggungnya di pel di bersihin jadi kita foto foto dolo geto hehehe.

Abis darisana kita pergi ke GOA JEPANG MABROO. YOEEEH. Tapi tau ga, kita kan udah dibilangin jangan macem macem di goanya and the maksud tuh jangan bercanda2 gitu. You know lah, kalo kesurupan siapa yg mau ngobatin? Lu kira kyk pake handsaplast gitu udah selesai? Ya enggalah kalee. EH tapi udah dibilangin juga TETEP ajaa.. Ada tuh anak kelas laen, di dalem goa malah maenan senter sok sokan starwars gitu. IYA STARWARS KAWAN -__-;

Nah pas mau balik ke bisnya kita tuh harus NAAANJJAAAAAK *hal yang paling gue benci setelah cicak* Mana jauh banget -__- Ada ojek sih disana nawar nawarin, tapi gue ganaek (nyesel gue nyesel). Tau ga? Dikala murid muridnya pada ngosngosan EH wali kelas gue malah naek ojek dan bilang gini "Waduuh... capek ya.. Ayo jalan terus vabia.." HMMMM ENAK BANGET NGOMONG GITU YAK. PALELO PAKE KUTANG bisa ngomong kyk gitu -__-; Sumpah ye, dia malah senyam senyum melihat anak anaknya sedang bersusah payah mendaki gunung lewati lembah sementara dia naek ojek...

Oke lanjut

Abis itu kita kemana tau lupa namanya buat beli oleh oleh. Gue ampe bolak balik gitu naek turun bis nyari oleh oleh buat keluarga. Udah kyk orang nyasar gitu gatau arah sumpeh ye.

Dan pas lagi di dalam perjalanan ke tempat makan, LAGI LAGI si ALDO nyamperin gue dan nanya gini "Yu. Lo ganti celana dimana?" gue jawab dong ya di bis. Tau dia bilang apa? "YAH SIAL GUE KELEWATAN." Oh Tuhan.. Buatlah ia waras...

Terus di dalem bis lampunya tuh dimatiin gitu. Gue, mitha, fadel, oddy maenan senter tuh disitu. Kursi gue kan deket jendela, tau ga tuh senter gue apain? Gue taro bawah dagu gue biar keliatan kayak setan DAN LO TAU? Pas gue gituin ke luar jendela SEMUA MOTOR YANG LAGI NUNGGU LAMPU MERAH ITU NENGOK KE GUE SEMUA. Huehehehe udah gitu gantian gilirannya si Oddy, sebelah kitakan ada Bis lagi, terus dia mulai deh nyalain senternya dan membuat muka jelek. EH NENGOK LAGI SEMUA SEDERET BIS. Dan masalahnya apa? GUE YANG DILIATIN! SIAAAL.

Terus ada sweet mommentnya gitu disitu.. EHEHEHE dan sampe akhirnya kita berdua jadi deh HEHEH

Oh ya btw waktu itu gue boongin temen temen gue kan kalo gue mau pindah ke Dubai. Eh terus pada percaya gitu ampe mukanya pada melongo melongo gitu. Pas gue bilang boong pada langsung kesel gitu haha.

Nah pas gue gamasuk, temen gue ngerjain cowo gue, bilang kalo gue mau pindah. EH panik gitu dia HAHAHA. dari situ akhirnya gue berencana boongin dia di msn. Awalnya gue buat pm gue tuh gini "AAAAA gamau pindah! masih mau di 46!" terus dia baca. Langsung deh nanya nanya. Beginilah dialognya:

Dia: Yu, emang beneran mau pindah? Ke Dubai?
Gue: Maaf ya belom ngasih tau. Tapi iya.
Dia: Enak dong? Wedeeeeh aseek.

Sumpah gue kesel banget waktu dia ngomong gitu. Berasa ngga sedih gitu pisah ama gue -__-;

Gue: -___-x Iya enak banget
Dia: Kalo pindah kesana permanen ngga?
Gue: Ngga deh kayaknya, itukan bokap gue yg pindah kerja, bukan asal pindah
Dia: Terus kalo mau ketemuan gimana??
Gue: Ya harus nunggu gue balik lah
Dia: Jadi kita ldr dong?
Gue: Ya mau gamau harus itu
Dia: Mau aja ah gamau nya gausah ehehehe
Gue: Ahahaha
Dia: Ah saya senang

KESEEEEL BANGET PAS DIA NGOMONG GITU. Gue ini siapa sih? Pembantunya??

Gue: Ah seneng toh ya
Dia: Iya seneng :'(
Gue: Lo seneng ya gue pindah? huhuhuhu
Dia: Iya gue seneng </3
Gue: Seneng tapi gambarnya gitu hahaha
Dia: Lebih baik yang disenengin seneng.

Nah abis itu baru deh gue ngaku~

Gue: Eh, tau ga?
Dia: Hem? *nambahingambarawannangisbanyakbanget
Gue: Gue boong ehehe
Dia: *masukingambarbrokenheartbanyak
Gue: Gue boong dy -.-
Dia:*nambahingambarawannangisbanyakbanget
Gue: Dy gue boong
Dia: *masukkingambarmukaorangmalubanyakbanget
Gue: AHAHAHAHAHA
Dia: Ayuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu ngeseliiiiiiin streeeeessssss
Gue: HUAHAHAHA APRIL MOP!

Sumpah ye, gue ngakak banget disitu gila hahaha dia langsung bilang malu gitu huakakaak tapi sumpah lucu banget lho hahaha jadi makin sayang (?)

Sabtu, 19 Maret 2011

It hurts [Part 3]


Tittle: It hurts

Author: Vabia Ayu

Cast: Choi Minho, Krystal Jung, Lee Jinki (Onew)

Other cast: Kwon Yuri, Choi Sulli, Lee Taemin, Luna

Genre: Romance, Drama


NB: Dengerinnya pake lagunya Because of me yang dinyanyiin krystal tuh. Enak bangeeet..


Krystal’s POV

*flashback*

“Pindah ke Amerika?” Seruku tak percaya.

Ya… Omma dan appa sudah bicarakan hal ini.”

“Tapi Omma, sekolahku bagaimana?”

Appa punya teman, dia pemilik salah satu sekolah terbaik disana. Dan jika kau pindah kesini, dia menerimamu dengan senang hati. Tanpa test kau sudah diterima.” Ujarnya dengan cepat dan jelas.

“Bukannya itu curang Omma? Tapi.. Aku tak mau pindah..” Aku masih ingin disini. Bersama Sulli, Unnie dan terutama… Minho oppa. Aku tak ingin pindah.

Tenang saja. Kau bisa pikirkan ini baik-baik. Jika kau tak mau, itu tidak apa. Kami tidak memaksamu. Omma beri kau waktu dua minggu untuk berpikir. Cukupkan?

“Baiklah Omma.. akan kupikirkan baik-baik. Aku harus mengerjakan tugas sekolahku dulu. Annyeong.” Kumatikan dan kututup handphoneku. Eotteohge? Apa yang harus kulakukan?

TOK TOK TOK

“Ne? Masuk saja..”

“Kau belum tidur Krys?” Tanya Jessica unnie sambil membawakan coklat hangat untukku.

“Gomawo unnie. Belum. Omma baru saja menelponku.” Jawabku sambil meneguk coklat hangat perlahan-lahan.

“Oh iya? Kok hanya menelponmu sih.. akukan juga kangen sama Omma.. Omma ngobrolin apa aja sama kamu Krys?”

“Aku.. Disuruh pindah ke Amerika. Tapi aku—“

“MWO? Kau setuju dengan Omma Krys?! Jangan tinggalkan aku sendiri disini! Aku akan kesepian! Kau juga kan tahu kalau aku paling takut dengan hantu! Kalau aku sendiri bagaimana? Kalau—“

Kupegang pundak unnie agar ia tenang. “Unnie.. Tenang saja, aku tak akan pindah. Mungkin…”

End of flashback

~~~

“Krystaaaal! Ini kubawakan susunya~ Eh sudah mau kembali ke kelas?” Tanya Sulli.

“Gomawo Sulli-ah. Ya, aku sudah ketinggalan dua pelajaran begitu saja. Aku nggak mau ketinggalan lagi. Yuk kita ke kelas.” Kusambar susu yang dipegangnya lalu meminumnya sambil berjalan keluar dari ruang kesehatan.

“Ya Krystal, matamu merah. Kau habis menangis ya?”

“Ne? Tidak kok.. mungkin karena habis tidur tadi.” Jawabku bohong.

“Bohong~ tadi kan matamu tidak merah begitu bangun. Hayo apa yang terjadi saat kutinggal tadi?”

“Nanti saja, aku akan cerita padamu nanti.”

“Yaah~ baiklah.” Balasnya sambil mencibirkan bibirnya.

Aku berjalan hanya diam dan meneguk minumku sambil mendengarkan semua ocehan sulli. Sedang seru mendengarkannya tiba-tiba harus terpotong karena Taemin memanggilnya . Sulli meninggalkanku begitu saja. Dan aku terpaksa berjalan sendiri kekelas. Ah begitu sepinya hidup ini seketika sahabat-sahabatku sudah memiliki orang yang mereka cintai…

“YA! Kenapa akhir-akhir ini kau jadi aneh sih?”

Omo? Itu kan suara Yuri unnie. Ada apa? Karena penasaran aku mengintip dari belakang tembok untuk mendengarkan pembicaraan itu.

“Kenapa kau selalu membawa nama Krystal selagi aku sedang bersamamu? Krystal ini Krystal itu. Krystaaaaaaaal semua yang kau bahas! Apakah kau menyukainya Choi Minho?!”

Mwo? Apa aku tak salah dengar?

“Yuri.. kau salah paham! Aku—“

“Aku apa? Kau menyukainyakan? Kau—“

Tak sempat Yuri unnie menuntaskan perkataannya Minho-oppa sudah memeluknya dan berkata “Aku hanya menganggapnya sebagai adik! Aku tak menganggapnya lebih! Jika kau tak ingin aku berbicara dengannya, akan kulakukan! Aku akan menghindarinya!”

Mendengarnya tegas langsung dari mulutnya dadaku sakit sekali. Sakit.. hanya sakit itu yang bisa kurasakan sekarang. Kusandarkan badanku di dinding dan menundukkan kepalaku. Lagi-lagi air mataku menetes begitu saja. Aku tak mau merasakan sakit ini terus menerus. Aku sudah lelah dengan semua ini. Maka aku putuskan, untuk mengikuti apa yang Omma pinta.

~~~

“Hei. Apakah ini cuma perasaanku saja? Sudah seminggu kuperhatikan setiap kali Minho-oppa menyapamu, kau langsung menghindar darinya. Wae? Waeyo?”

“Aniyo.. Aku tidak menghindarinya. Aku hanya tidak ingin bertemu dengannya.” Balasku berusaha untuk tenang.

“Hooo… baiklah kalau begitu. Aku tak mau tahu. Kalau aku tanya lebih jauh, nanti kamu malah nangis lagi hehehe.” Katanya sambil menunjukan eye smilenya yang indah itu.

“Krystal!” Aku langsung berlari kearah namja yang sedang melambaikan tangannya kearahku. Sulli hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum.

“Jinki! Mianhae.. sudah menunggu lama?” Memang akhir-akhir ini aku selalu diantar-jemput oleh Jinki. Walaupun aku sudah menolaknya untuk tidak melakukan itu, tapi dia tetap melakukannya. Dasar namja aneh…

“Aissshh.. Jangan panggil aku Jinki.. Panggil saja aku Oppa~”

“Tapi… bukannya dulu kau memintaku untuk memanggilmu Jinki saja?”

“Eitsss… Itu kan dulu. Sekarang beda. Panggil aku Oppa.” Jelasnya sambil tersenyum lebar.

“Baiklah op.. op.. pa… Sudah menunggu lama?” Tanyaku malu-malu.

“YEEAAAAHHH!!!” Ia mengangkat kedua tangannya. Semua orang menaruh tatapan matanya kearah kami berdua. Sulli dan Taemin tertawa melihat kami. Dan… namja itu juga memperhatikanku. Ia mengerutkan kedua alisnya terlihat sangat gelisah. Bertolak belakang dengan yeoja chingunya, Yuri unnie yang sedang tersenyum melihatku.

“Oppa! Kenapa kau berteriak seperti itu? Malukan!” Kataku sambil merangkulnya pergi. Ia hanya membalasku dengan tawa kecil dan merangkul pundakku.

~~~

“Yeobuseyo? Sulli-ah? Wae?”

“Krystal! Aku dan Taemin mau pergi ke taman hiburan hari minggu nanti. Ikut yuk!” Pintanya dengan nada yang sangat gembira.

“Ah.. Aku tak mau mengganggu.. Tidak usah deh..” Balasku.

Wae, wae, waeee?? Kau sama sekali tidak mengganggu! Ayo laaah ikut! Ajak Jinki juga!” Rengeknya.

Sulli… Bagaimana aku harus mengatakannya? Hari minggu aku sudah tak ada di sini..

“A..Aku tak bisa..”

“Waeyoo? Kenapa kau tak bisa? Memangnya kau mau kemanaa?”

“Aku tidak akan ada dirumah hari itu..”

“Kau akan pergi? Pergi kemana? Pergilah bersamaku sajaa!” Sudah kubilang, ia akan terus merengek.

“Aku.. Aku akan pindah.. ikut Omma ke Amerika..” Akhirnya kukatakan juga walau berat.

MWO?! Apa aku tak salah dengar? Kau akan pindah? Pindah untuk beberapa hari sajakan?” Tanyanya bingung.

“Tidak.. Mungkin akan memakan waktu bertahun-tahun.. Ataupun.. aku tak akan kembali..”

Kau.. Bercandakan?”

“Sulli. Apakah aku terdengar seperti sedang bercanda?”

Terdengar suara isakkan tangis kecil Sulli yang sepertinya sangat kaget mendengarku akan pindah. Aku tak bisa apa-apa selain menyuruhnya untuk tidak menangis. Mendengarnya menangis akupun juga ingin menangis.

Mengapa… kau… memutuskan untuk pindah…? Apakah semua ini…. karena Minho oppa…? Apakah benar..?

Aku terdiam. Semua yang ia tanyakan itu benar. Sungguh pengecut. Kabur begitu saja karena tak tahan apa yang kurasakan saat melihatnya bersama yeoja lain. Sungguh pengecut. Melarikan diri dari masalah kecil.

“Sebagian yang kau katakan.. memang benar.. Aku pindah sebagian hal karena Minho oppa.”

Apakah harus kusuruh Minho oppa untuk memutuskan Yuri unnie agar kau tetap tinggal..? Lebih baik Minho oppa bersamamu dibanding dengan Yuri unnie! Akan kulakukan apa saja agar kau tinggal! Huhuhu…

“Jangan Sulli! Aku tak ingin semua itu terjadi! Aku tak ingin merusak hubungan mereka! Mereka putuspun percuma.. Aku tetap akan pindah..”

Tangisan Sulli terdengar semakin keras. Semakin kencang ia menangis. Aku tak tega membiarkannya menangis seperti ini. Tapi keputusan ini sudah kuambil. Aku tak boleh melihat kebelakang lagi. Aku harus melangkah maju.

Krystal…” Panggilnya terisak.

“Ne Sulli-ah..?”

Jangan ambil keputusan ini! Kumohon!

“Tak ada pilihan lain. Aku-“ Kutahan air mataku untuk tidak mengalir.

Tolong Pikirkan dulu baik-baik! Pasti ada jalan keluarnya!“

“Sulli, Aku sudah lelah dengan semua ini.. Biarkan aku.”

Krystal..”

“Aku harus tidur. Sampai besok Sulli-ah… Mimpi indah ya. Berhentilah menangis.” Aku memutuskan sambungannya dan melemparkan tubuhku diatas tempat tidurku.

Maaf Sulli. Aku harus melakukan ini. Mianhaeyo..

End Krystal's POV

-tbc-


Penasaran? Tunggu saja kelanjutannya~ Maaf kalo NG aku emang ga pinter buat fanfic...