
Tittle: It hurts
Author: Vabia Ayu
Cast: Choi Minho, Krystal Jung, Lee Jinki (Onew)
Other cast: Kwon Yuri, Choi Sulli, Lee Taemin, Luna
Genre: Romance, Drama
NB: Dengerinnya pake lagunya Because of me yang dinyanyiin krystal tuh. Enak bangeeet..
Minho’s POV
Aku buru buru lari ke kamarku untuk mengambil jaket dan dompetku. Pikiranku hanya terlintas namanya “Krystal.. Krystal.. Krystal.. Jangan pergi!”
“Ya! Choi Minho! Mau kemana kau?!” Tanya omma yang bingung melihatku lari terburu-buru. Tak pikir panjang aku langsung keluar rumah. Melihat taksi yang kebetulan lewat aku langsung lompat ke depan taksi tersebut agar berhenti.
“HEI! MAU MATI APA?!” Kata supir taksi itu marah padaku.
Aku langsung naik ke taksi itu dan berkata, “Tidak ada waktu pak! Cepat menuju bandara! Bandara!”
“KAU—“
“CEPAT PAK!”
Sang supir taksi sambil menggerutu kesal akhirnya menjalankan taksinya dengan cepat. Kubuka ponselku lalu membuka salah satu fotoku bersamanya. Ya.. Bersama Krystal..
“Krystal.. Kumohon jangan pergi.. Kumohon..”
Sulli’s POV
“Mianhae Krystal-ah.. Mungkin ibuku yang memberitahunya.. Aku minta maaf..”
“Ah gwaenchana Sulli-ah.. Lagipula dia tak akan peduli padaku. Benarkan? Mustahil ia akan mengejarku sampai bandara lalu menyuruhku untuk tak pergi. Ya kan?”
Mendengar jawabannya aku tak berani bicara melainkan hanya terdiam menatapnya. Krystal.. Mungkin kau akan kaget saat mendengar suara Minho oppa di telfon tadi.
Krystal’s POV
Ya.. aku sudah mengambil keputusan ini. Aku tidak boleh kembali ke belakang. Aku harus tetap maju. Aku tahu ini akan berat untuk kujalani. Mulai saat ini, aku akan menghapus semua perasaanku pada Minho oppa. Aku sudah lelah merasakan semua ini. Aku lelah untuk terus mengalah.
“Ah kita sudah sampai.” Kata Sicca unnie sambil mencari parkir.
“Ne.. Aku akan menuruni koperku di bagasi. Sulli, boleh tolong bantu aku?”
“Tentu saja. Akan kulakukan untukmu.” Balasnya cepat.
Aku melihat jam tanganku. Tersisa hanya beberapa menit hingga aku akan pergi. Kutahan air mataku untuk tidak mengalir. Aku akan merindukan negara ini.. Sulli, Jinki.. Dan Minho oppa.. Ah jangan.. Aku harus rela melepaskannya. Percuma merindukannya, percuma menunggunya, percuma mengatakan yang sebenarnya kurasakan, karena ia tak akan menoleh padaku.
RINGRINGRING
Apa jangan jangan yang menelponku Min—Ah Jinki..
“Yeobuseyo…” Jawabku pelan..
“YA! KRYSTAL! APA BETUL KAU AKAN PINDAH?!” Tanyanya dengan suaranya yang lantang itu.
“Umm.. Ne.. Maaf aku tak bilang bilang..”
“KAU—“
Belum sempat kudengar lanjutan kata katanya, Tiba-tiba aku merasa seseorang menarik tanganku sehingga kepalaku reflek menoleh. Aku sangat terkejut melihatnya sehingga handphoneku terlepas dari tanganku dan terjatuh. Apa aku tidak bermimpi? Mengapa…
“Minho oppa… Kau—“
Ia menarikku lalu memelukku kepelukannya erat. Aku hanya bisa membesarkan mataku tak percaya.
“Op.. Oppa.. Kenapa..?”
Mendengarku bertanya seperti itu ia langsung melepasku dari pelukannya, “Apa kau gila?! Kau mau kemana?! Pergi begitu saja tanpa mengabariku! Kau tak tahu betapa rapuhnya aku saat mendengar kau akan pindah dan tak akan kembali?!” Ia berkata bahkan berteriak sampai membuat orang orang disekitar kami menoleh, bahkan Sulli dan Sicca unnie sangat terkejut.
Rapuh? Apa aku tak salah dengar? Untuk apa?
“Tapi.. Aku—“
“Kumohon Krys.. jangan pergi.. kumohon.. apa salahku?” Ia menunduk menutupi wajahnya.
“Aku harus pergi oppa.. Aku tak bisa membatalkan tiket pesawat yang sudah kubeli.. Maaf.”
Ia berlutut sambil menggenggam kedua tanganku erat. Karena ia berlutut akupun mengikutinya. Melihatnya yang begitu rapuh aku tak tega. Sungguh aku tak mau melihatnya seperti ini. “Oppa.. tolong jangan seperti ini..”
“Aku.. Apa yang harus kulakukan...?”
Aku tersenyum padanya. “Dengarkan aku oppa.” Ia mengangkat wajahnya perlahan lalu menatapku tajam. Pipinya yang kering tadi sudah terbasahi oleh tetesan air matanya.
“Ini mengenai perasaanku.”
Ia tak membalas, hanya mengangguk pelan.
“Aku… suka.. ah tepatnya cinta padamu oppa.” Matanya membesar mendengar pengakuanku.
“Semua kebaikanmu padaku.. Membuat hatiku luluh dan jatuh terjerat dalam kata ‘cinta’.. Tapi aku tahu, oppa tak merasakan hal yang sama padaku. Dimata oppa aku hanyalah seorang adik, tak lebih.”
Saat ia hendak mengatakan sesuatu, dengan cepat aku kembali melanjutkan.
“Hingga pada hari itu, aku berencana menyatakan perasaanku padamu. Tapi ternyata aku terlambat karena pasangan sejati oppa datang, Yuri unnie. Aku tahu kalian saling mencintai. Aku tak ingin merusak hubungan kalian berdua. Karena itu, aku mundur dan mengalah.”
Mataku mulai meneteskan airnya dan perlahan membasahi pipiku. Mendengar pengakuanku Minho oppa menundukan kepalanya lalu terisak. “Krys.. Aku.. Maaf..”
“Aku yang harusnya minta maaf. Karena aku terus menyukaimu oppa, menyusahkanmu bahkan membuat kalian sering berkelahi karena salah paham.” Aku tersenyum.
“Krys.. Kumohon maafkan aku.. Jangan pergi.. Apapun akan kulakukan agar kau tetap tinggal.” Tuturnya tersendu-sendu
“Maaf oppa.. Sekali lagi maaf.. Aku tak bisa. Aku lelah dengan semua permainan ini oppa… Maaf..”
“Perlukah aku.. memutuskan—“
“Jangan katakan itu oppa.” Aku menaruh jari telunjukku agar ia tak mengatakan apa yang tidak seharusnya ia katakan.
“Krys.. Pesawatmu sebentar lagi take off. Kau harus cepat.” Aku menoleh karena Sicca unnie menepuk bahuku. Aku mengangguk pelan.
“Ne.. Arraso.” Kembaliku menoleh pada Minho yang masih berlutut.
“Minho oppa, aku janji akan mengunjungimu nanti.”
Aku membantunya berdiri lalu mengusap pipi dan air matanya. Ku genggam tangannya erat. Aku tak menyangka seorang Choi Minho bisa nangis seperti ini karenaku.
“Oppa, lihat aku.” Perlahan ia mengangkat wajahnya lalu menatapku. Aku mendekatkan wajahku ke telinga kanannya.
“Saranghae.”
-tbc-
Mian aku lama postnya karena aku harus fokus ke pelajaran ^^; Jangan lupa comment ^^