
Tittle: It hurts
Author: Vabia Ayu
Cast: Choi Minho, Krystal Jung, Lee Jinki (Onew)
Other cast: Kwon Yuri, Choi Sulli, Lee Taemin, Luna
Genre: Romance, Drama
NB: Dengerinnya pake lagunya Because of me yang dinyanyiin krystal tuh. Enak bangeeet..
Krystal’s POV
*flashback*
“Pindah ke Amerika?” Seruku tak percaya.
“Ya… Omma dan appa sudah bicarakan hal ini.”
“Tapi Omma, sekolahku bagaimana?”
“Appa punya teman, dia pemilik salah satu sekolah terbaik disana. Dan jika kau pindah kesini, dia menerimamu dengan senang hati. Tanpa test kau sudah diterima.” Ujarnya dengan cepat dan jelas.
“Bukannya itu curang Omma? Tapi.. Aku tak mau pindah..” Aku masih ingin disini. Bersama Sulli, Unnie dan terutama… Minho oppa. Aku tak ingin pindah.
“Tenang saja. Kau bisa pikirkan ini baik-baik. Jika kau tak mau, itu tidak apa. Kami tidak memaksamu. Omma beri kau waktu dua minggu untuk berpikir. Cukupkan?”
“Baiklah Omma.. akan kupikirkan baik-baik. Aku harus mengerjakan tugas sekolahku dulu. Annyeong.” Kumatikan dan kututup handphoneku. Eotteohge? Apa yang harus kulakukan?
TOK TOK TOK
“Ne? Masuk saja..”
“Kau belum tidur Krys?” Tanya Jessica unnie sambil membawakan coklat hangat untukku.
“Gomawo unnie. Belum. Omma baru saja menelponku.” Jawabku sambil meneguk coklat hangat perlahan-lahan.
“Oh iya? Kok hanya menelponmu sih.. akukan juga kangen sama Omma.. Omma ngobrolin apa aja sama kamu Krys?”
“Aku.. Disuruh pindah ke Amerika. Tapi aku—“
“MWO? Kau setuju dengan Omma Krys?! Jangan tinggalkan aku sendiri disini! Aku akan kesepian! Kau juga kan tahu kalau aku paling takut dengan hantu! Kalau aku sendiri bagaimana? Kalau—“
Kupegang pundak unnie agar ia tenang. “Unnie.. Tenang saja, aku tak akan pindah. Mungkin…”
End of flashback
~~~
“Krystaaaal! Ini kubawakan susunya~ Eh sudah mau kembali ke kelas?” Tanya Sulli.
“Gomawo Sulli-ah. Ya, aku sudah ketinggalan dua pelajaran begitu saja. Aku nggak mau ketinggalan lagi. Yuk kita ke kelas.” Kusambar susu yang dipegangnya lalu meminumnya sambil berjalan keluar dari ruang kesehatan.
“Ya Krystal, matamu merah. Kau habis menangis ya?”
“Ne? Tidak kok.. mungkin karena habis tidur tadi.” Jawabku bohong.
“Bohong~ tadi kan matamu tidak merah begitu bangun. Hayo apa yang terjadi saat kutinggal tadi?”
“Nanti saja, aku akan cerita padamu nanti.”
“Yaah~ baiklah.” Balasnya sambil mencibirkan bibirnya.
Aku berjalan hanya diam dan meneguk minumku sambil mendengarkan semua ocehan sulli. Sedang seru mendengarkannya tiba-tiba harus terpotong karena Taemin memanggilnya . Sulli meninggalkanku begitu saja. Dan aku terpaksa berjalan sendiri kekelas. Ah begitu sepinya hidup ini seketika sahabat-sahabatku sudah memiliki orang yang mereka cintai…
“YA! Kenapa akhir-akhir ini kau jadi aneh sih?”
Omo? Itu kan suara Yuri unnie. Ada apa? Karena penasaran aku mengintip dari belakang tembok untuk mendengarkan pembicaraan itu.
“Kenapa kau selalu membawa nama Krystal selagi aku sedang bersamamu? Krystal ini Krystal itu. Krystaaaaaaaal semua yang kau bahas! Apakah kau menyukainya Choi Minho?!”
Mwo? Apa aku tak salah dengar?
“Yuri.. kau salah paham! Aku—“
“Aku apa? Kau menyukainyakan? Kau—“
Tak sempat Yuri unnie menuntaskan perkataannya Minho-oppa sudah memeluknya dan berkata “Aku hanya menganggapnya sebagai adik! Aku tak menganggapnya lebih! Jika kau tak ingin aku berbicara dengannya, akan kulakukan! Aku akan menghindarinya!”
Mendengarnya tegas langsung dari mulutnya dadaku sakit sekali. Sakit.. hanya sakit itu yang bisa kurasakan sekarang. Kusandarkan badanku di dinding dan menundukkan kepalaku. Lagi-lagi air mataku menetes begitu saja. Aku tak mau merasakan sakit ini terus menerus. Aku sudah lelah dengan semua ini. Maka aku putuskan, untuk mengikuti apa yang Omma pinta.
~~~
“Hei. Apakah ini cuma perasaanku saja? Sudah seminggu kuperhatikan setiap kali Minho-oppa menyapamu, kau langsung menghindar darinya. Wae? Waeyo?”
“Aniyo.. Aku tidak menghindarinya. Aku hanya tidak ingin bertemu dengannya.” Balasku berusaha untuk tenang.
“Hooo… baiklah kalau begitu. Aku tak mau tahu. Kalau aku tanya lebih jauh, nanti kamu malah nangis lagi hehehe.” Katanya sambil menunjukan eye smilenya yang indah itu.
“Krystal!” Aku langsung berlari kearah namja yang sedang melambaikan tangannya kearahku. Sulli hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum.
“Jinki! Mianhae.. sudah menunggu lama?” Memang akhir-akhir ini aku selalu diantar-jemput oleh Jinki. Walaupun aku sudah menolaknya untuk tidak melakukan itu, tapi dia tetap melakukannya. Dasar namja aneh…
“Aissshh.. Jangan panggil aku Jinki.. Panggil saja aku Oppa~”
“Tapi… bukannya dulu kau memintaku untuk memanggilmu Jinki saja?”
“Eitsss… Itu kan dulu. Sekarang beda. Panggil aku Oppa.” Jelasnya sambil tersenyum lebar.
“Baiklah op.. op.. pa… Sudah menunggu lama?” Tanyaku malu-malu.
“YEEAAAAHHH!!!” Ia mengangkat kedua tangannya. Semua orang menaruh tatapan matanya kearah kami berdua. Sulli dan Taemin tertawa melihat kami. Dan… namja itu juga memperhatikanku. Ia mengerutkan kedua alisnya terlihat sangat gelisah. Bertolak belakang dengan yeoja chingunya, Yuri unnie yang sedang tersenyum melihatku.
“Oppa! Kenapa kau berteriak seperti itu? Malukan!” Kataku sambil merangkulnya pergi. Ia hanya membalasku dengan tawa kecil dan merangkul pundakku.
~~~
“Yeobuseyo? Sulli-ah? Wae?”
“Krystal! Aku dan Taemin mau pergi ke taman hiburan hari minggu nanti. Ikut yuk!” Pintanya dengan nada yang sangat gembira.
“Ah.. Aku tak mau mengganggu.. Tidak usah deh..” Balasku.
“Wae, wae, waeee?? Kau sama sekali tidak mengganggu! Ayo laaah ikut! Ajak Jinki juga!” Rengeknya.
Sulli… Bagaimana aku harus mengatakannya? Hari minggu aku sudah tak ada di sini..
“A..Aku tak bisa..”
“Waeyoo? Kenapa kau tak bisa? Memangnya kau mau kemanaa?”
“Aku tidak akan ada dirumah hari itu..”
“Kau akan pergi? Pergi kemana? Pergilah bersamaku sajaa!” Sudah kubilang, ia akan terus merengek.
“Aku.. Aku akan pindah.. ikut Omma ke Amerika..” Akhirnya kukatakan juga walau berat.
“MWO?! Apa aku tak salah dengar? Kau akan pindah? Pindah untuk beberapa hari sajakan?” Tanyanya bingung.
“Tidak.. Mungkin akan memakan waktu bertahun-tahun.. Ataupun.. aku tak akan kembali..”
“Kau.. Bercandakan?”
“Sulli. Apakah aku terdengar seperti sedang bercanda?”
Terdengar suara isakkan tangis kecil Sulli yang sepertinya sangat kaget mendengarku akan pindah. Aku tak bisa apa-apa selain menyuruhnya untuk tidak menangis. Mendengarnya menangis akupun juga ingin menangis.
“Mengapa… kau… memutuskan untuk pindah…? Apakah semua ini…. karena Minho oppa…? Apakah benar..?”
Aku terdiam. Semua yang ia tanyakan itu benar. Sungguh pengecut. Kabur begitu saja karena tak tahan apa yang kurasakan saat melihatnya bersama yeoja lain. Sungguh pengecut. Melarikan diri dari masalah kecil.
“Sebagian yang kau katakan.. memang benar.. Aku pindah sebagian hal karena Minho oppa.”
“Apakah harus kusuruh Minho oppa untuk memutuskan Yuri unnie agar kau tetap tinggal..? Lebih baik Minho oppa bersamamu dibanding dengan Yuri unnie! Akan kulakukan apa saja agar kau tinggal! Huhuhu…”
“Jangan Sulli! Aku tak ingin semua itu terjadi! Aku tak ingin merusak hubungan mereka! Mereka putuspun percuma.. Aku tetap akan pindah..”
Tangisan Sulli terdengar semakin keras. Semakin kencang ia menangis. Aku tak tega membiarkannya menangis seperti ini. Tapi keputusan ini sudah kuambil. Aku tak boleh melihat kebelakang lagi. Aku harus melangkah maju.
“Krystal…” Panggilnya terisak.
“Ne Sulli-ah..?”
“Jangan ambil keputusan ini! Kumohon!”
“Tak ada pilihan lain. Aku-“ Kutahan air mataku untuk tidak mengalir.
“Tolong Pikirkan dulu baik-baik! Pasti ada jalan keluarnya!“
“Sulli, Aku sudah lelah dengan semua ini.. Biarkan aku.”
“Krystal..”
“Aku harus tidur. Sampai besok Sulli-ah… Mimpi indah ya. Berhentilah menangis.” Aku memutuskan sambungannya dan melemparkan tubuhku diatas tempat tidurku.
Maaf Sulli. Aku harus melakukan ini. Mianhaeyo..
End Krystal's POV
-tbc-
Penasaran? Tunggu saja kelanjutannya~ Maaf kalo NG aku emang ga pinter buat fanfic...

